JAKIM 2026 Jadi Bukti Jakarta Destinasi Sport Tourism
![]() |
| JAKIM 2026 |
Ajang lari internasional yang berlangsung aman, tertib, dan semarak tersebut dinilai menunjukkan kapasitas Jakarta dalam menggelar kegiatan olahraga berskala global.
Rio yang turut ambil bagian sebagai peserta mengaku merasakan langsung jalannya perlombaan yang berlangsung lancar dengan dukungan penyelenggaraan yang baik.
Menurutnya, keberhasilan JAKIM 2026 menjadi indikator bahwa Jakarta memiliki kesiapan untuk menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional di masa mendatang.
“Sebagai peserta, saya merasakan langsung bahwa penyelenggaraan Jakarta International Marathon 2026 berlangsung aman, tertib, dan meriah. Ini menunjukkan Jakarta semakin siap menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional serta mampu menghadirkan event yang nyaman bagi peserta maupun masyarakat,” ujarnya, Selasa (16/6).
Meski demikian, Rio menilai capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Status JAKIM yang kini telah menyandang label Elite Gold menuntut peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun.
Ia mendorong penguatan berbagai aspek pendukung, mulai dari layanan peserta, kesiapan tim medis, pengelolaan media, penyebaran informasi publik, hingga koordinasi antarlembaga selama pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, mitigasi dampak rekayasa lalu lintas juga perlu terus disempurnakan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik selama berlangsungnya perlombaan.
Rio juga menyoroti pentingnya pemerataan manfaat ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan event olahraga internasional tersebut.
Menurutnya, peningkatan tingkat hunian hotel selama pelaksanaan JAKIM merupakan capaian positif, namun dampak ekonomi yang tercipta seharusnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas keterlibatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif melalui penyediaan ruang promosi, area bazar, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata dan kuliner.
“Perputaran ekonomi dari event sebesar JAKIM jangan hanya terpusat pada sektor perhotelan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Lebih jauh, Rio menilai pengembangan sport tourism di Jakarta memerlukan dukungan infrastruktur yang berkelanjutan.
Penguatan konektivitas transportasi massal, optimalisasi ruang publik, serta pengembangan fasilitas olahraga menjadi elemen penting agar event berskala internasional dapat digelar secara rutin tanpa mengganggu aktivitas warga.
Ia berharap Jakarta International Marathon tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan wisata olahraga di ibu kota.
Menurutnya, diperlukan perencanaan yang terukur melalui penyusunan kalender event internasional, penguatan infrastruktur pendukung, pendampingan pelaku usaha, serta kolaborasi lintas sektor.
“Dengan begitu, Jakarta tidak hanya sukses menjadi tuan rumah event olahraga internasional, tetapi juga mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism utama di Asia Tenggara,” tandasnya.


