100 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Budaya Betawi
![]() |
| Mewarnai memeriahkan HUT Jakarta ke-499 |
JAKARTA, Thiscover.id – Sebanyak 100 anak mengikuti lomba mewarnai bertema budaya Betawi yang digelar di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6) tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara edukatif yang melibatkan anak-anak, orang tua, serta masyarakat setempat.
Camat Gambir, Muhammad Iqbal, mengatakan peringatan HUT Jakarta kali ini mengusung tema “Anak Cerdas, Membaca, dan Memilah Sampah”.
Selain lomba mewarnai budaya Betawi, sejumlah kegiatan lain juga digelar untuk meningkatkan minat baca anak sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Berbagai kegiatan yang digelar di antaranya Pojok Baca, lomba mewarnai budaya Betawi, Bunda PAUD Bercerita dan meresmikan Gerobak Motor Pilah Sampah dari Sumber (Gempur),” ujar Muhammad Iqbal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Kebon Kelapa juga meresmikan Pojok Baca yang berada di lingkungan kantor kelurahan.
Lurah Kebon Kelapa, Bellie Oktariyan, menjelaskan fasilitas tersebut dihadirkan untuk mendorong budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak.
Menurutnya, keberadaan pojok baca diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang mudah diakses dan menarik bagi warga.
“Lomba mewarna bernuansa budaya Betawi bersinergi dengan McDonald dengan dua kategori usia lima hingga tujuh tahun dan delapan hingga 12 tahun,” ungkap Bellie.
Ia menambahkan, kegiatan Semarak HUT ke-499 Kota Jakarta juga diramaikan dengan program Bunda PAUD Bercerita yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Kelurahan Kebon Kelapa.
Selain itu, dilakukan pula peluncuran Gerobak Motor Pilah Sampah dari Sumber (Gempur) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
Bellie menilai rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak dan warga.
“Kegiatan ini menjadi sarana mengedukasi anak-anak mengenal budaya Betawi dan mengajak warga berperan aktif dalam pengelolaan sampah,” tandasnya.


